Postingan

Menampilkan postingan dengan label wahabi

Kerancuan Akidah Wahabi, Sebuah Buku yang Seharusnya Terbit Sejak Lama!

Gambar
Kerancuan Akidah Wahabi,  Sebuah Buku yang Seharusnya Terbit Sejak Lama! Buku ini memiliki tiga pembabakan, dengan “Bagian Ketiga: Simulasi Dialog dengan Salafi-Wahabi Berkemampuan Tinggi” sebagai episode favorit yang paling saya sukai di antara lembaran yang berjumlah sekitar 250 halaman tersebut. Sebab, saya merasa dibawa menengok ke sudut terjauh tentang jidal paling akbar antara pemuka Asy`ariyyah dengan para tokoh Salafi-Wahabi. Visualisasi dialektika ini tampak benar-benar nyata, dengan sumber-sumber primer yang banyak belum saya ketahui—karena saya memang amatir dalam mempelajari pandangan para pemuka kelompok yang menganggap golongannya paling salaf itu. Perasaan seperti ini mirip sekali dengan membaca Tahafut al-Falasifah milik Imam al-Ghazali, sebuah buku yang merekam Imam Ghazali muda saat memasuki dunia persilatan gagasan filosofis sebagai mahasantri yang kritis, bukan berstatus pendakwa yang menghakimi: أنا لا أدخل فى الاعتراض عليهم الا دخول مطالب منكر, لا دخول مدع مثب...

Kontradiksinya Pendaku Salafi

Gambar
Kontradiksi Di satu kesempatan melarang orang fanatik kepada mazhab Syafi’i. Tapi di kesempatan lain mencela orang yang menyelisihi “sebagian” pendapat mazhab Syafi’i dengan alasan tidak konsisten dalam bermazhab. Dua pernyataan ini kontradiksi (saling bertentangan). Yang pertama membantah yang kedua, dan yang kedua membantah yang pertama. Membuat pernyataan sendiri, lalu dibantah sendiri. Jika kita mau berfikir jernih dan inshaf (adil), maka saat diketemukan ada pengikut mazhab Syafi’i yang menyelisihi “sebagian” pendapat mazhab, seharusnya dijadikan bukti bahwa pengikut mazhab itu tidak fanatik sebagaimana yang dituduhkan oleh sebagian pihak. Karena “penyelisihan” itu bukti tidak adanya “kefanatikan”. Lalu dari sisi mana hal ini dianggap tercela ? Kalian sendiri yang melarang orang fanatik, tapi saat ada orang yang membuktikan dirinya tidak fanatik kalian salahkan. Ini sangat aneh. Saudaraku,...bermazhab itu bukan berarti harus mengikut pendapat mazhab secara totalitas. Tapi bagaiman...

Mindernya Pendaku Salafi

Gambar
Minder Mengikuti dakwah Muhammad bin Abdil Wahhab, tapi minder disebut Wahabi. Padahal awalnya memang memakai nama dakwah Wahabiyah. Tapi wajar, sejarah memang mencatat nama ini dengan cerita-cerita negatif.  Memuja pemikiran Ibnu Taymiyah dan menjadikannya patokan utama. Tetapi belakangan saya lihat mulai minder menyebut namanya. Lebih suka mencari yang lebih klasik. Yang jelas tak rela disebut Taimiyun. Tapi wajar, memang sosok ini banyak nylenehnya.  Beraninya mengkritik dalam kandang sendiri yang tertutup. Begitu diajak diskusi terbuka untuk mempertanggung jawabkan ucapannya di depan publik, maka minder sehingga akan menolak dengan seribu alasan. Membahas akidahnya dengan kalimat yang jelas pun minder. Jadinya lebih memilih memakai kata yang tidak jelas dan serba mengambang. Tapi wajar sebab akidah aslinya memang memalukan bila diucapkan dengan jelas. Membuat akun medsos pun minder bila harus dengan identitas dan wajah asli. Beraninya pakai akun fake dalam mengkritik akun ...

Takabburnya Pendaku Salafi

Gambar
Takabbur Takabbur itu bukan karena pakai yang mahal-mahal atau menunjukkan kelebihannya di depan semua orang. Takabbur itu ketika dikasih tahu yang benar malah nolak (بطر الحق) dengan disertai perasaan angkuh (غمط الناس). Contohnya sering dijumpai di lapak ini di status-status lama saya ketika saya masih sempat-sempatnya ngeladeni semua komen.  Ada beberapa yang anti banget pada Asy'ariyah sebab sudah dicuci otak dengan hoax-hoax tentang ajaran Asy'ariyah. Misalnya gini: - Asy'ariyah sesat karena menolak bahwa Allah punya tangan, padahal dalam al-Qur’an disebutkan kata yadullah yang artinya tangan Allah. + Bukan nolak, Asy'ariyah menetapkan yad sebagai sifat khabariyah. Karena ia shahih, maka ditetapkan. Yang ditolak adalah pemaknaan yad sebagai jarihah (anggota badan) atau juz' (sebagian jisim) sebab Allah bukanlah jisim.  - Itu artinya menolak sifat yad yang sebenarnya. Kita harus mengimani yad sesuai makna dhahirnya. + Lalu apa artinya kamu mau bilang bahwa yadul...

Buku Kerancuan Akidah Wahabi

Gambar
Buku Kerancuan Akidah Wahabi BUKU SAYA SUDAH BISA DIPESAN ◾Judul: KERANCUAN AKIDAH WAHABI ◾Latar Belakang  Versi pertama buku ini pada awalnya hadir sebagai pengembangan dari dialog panjang yang pernah penulis lakukan dengan seorang Salafi-Wahabi dalam tema akidah. Sebagaimana dimaklumi, Asy'ariyah-Maturidiyah adalah ajaran yang diikuti oleh mayoritas ulama dari masa ke masa, namun belakangan Salafi-Wahabi hadir seolah ingin membalik fakta itu dan mengesankan bahwa Asy'ariyah-Maturidiyah adalah sekte minoritas yang sesat dan tidak berdasar. Dalam poin inilah dialog panjang dengan pengikut Salafi-Wahabi itu dilakukan dan alhamdulillah penulis berhasil mematahkan seluruh argumennya sekaligus memberikan banyak pertanyaan yang tak terjawab hingga akhir diskusi. Dari situ kemudian penulis berpikir untuk membukukan bagaimana cara berdialog dengan Salafi-Wahabi kebanyakan dan bagaimana menjawab berbagai syubhat mereka tentang akidah yang dianut mayoritas ulama. Dialog ini dimuat dalam...

Apakah Wahabi Mujassim?

Gambar
APAKAH WAHABI MUJASSIM? Pertanyaan ini sering ditanyakan. To the point saja ya. Jawabannya tergantung perincian berikut: 1. Kalau di dalam hatinya dia menyangka Allah sebagai sosok raksasa berukuran gede banget yang bertempat di lokasi tertentu di atasnya Arasy, maka dia mujassim. Apalagi kalau sampai beranggapan bahwa segala sesuatu yang wujud secara nyata (maujud/dzat/syaiun/nafsun) haruslah berupa sosok yang punya ukuran, bentuk dan kaifiyah tertentu, maka berarti mujassim parah.  2. Kalau dia menolak pernyataan poin satu di atas, maka diperinci lagi: a. Menolak karena penggunaan istilah "raksasa", "ukuran", dan "bertempat" dianggap tidak benar (bid'ah), tetapi secara substansi tidak menolak maknanya hanya saja tidak mau berkata begitu dan tidak suka ditanya begitu, maka artinya kembali ke poin satu (mujassim). b. Menolak karena pernyataan itu dikira arahnya mau menentukan bentuk dan ukuran Allah, padahal dalam keyakinannya bentuk dan ukuran Allah t...

Hanabilah Atsariyyah dan Klaim Tafwidh Madzhab Salaf

Gambar
HANABILAH ATSARIYYAH DAN KLAIM TAFWIDH MADZHAB SALAF Klaim bahwa tafwidh makna adalah akidah [jumhur] salaf ternyata tidak hanya datang dari ulama' Asy’ariyyah dan Maturidiyyah saja. Ulama' Hanbali [Atsari] dengan jelas dan tegas juga menyatakan sama bahwa tafwidh adalah maslak salaf Ahlussunnah wal Jama’ah dalam interaksinya dengan sifat khabariyah. Itulah kesimpulan jika kita memahami nash-nash mereka.  Tetapi memang kaum awam akan dibuat bingung dan bertanya-tanya. Pasalnya, menurut klaim Salafi, Atsariyyah [Hanabilah] bermadzhab itsbat makna zhahir lughowi [lahiriyah dari sisi bahasa], bukan tafwidh apalagi ta'wil. Tetapi ulama' Hanbali [kontemporer] sendiri, seperti Syaikh Musthofa Hamdu Ulayyan al-Hanbali, Syaikh Abdul Wahid al-Hanbali al-Azhari dll mengatakan bahwa tafwidh makna [sebagaimana yang diyakini Asy'ariyah dan Maturidiyah] adalah akidah salaf atau akidah Ahlussunah wal Jama'ah.  Manakah yang betul? Menurut saya, beberapa nama ulama' Hanabila...

Tajsim Adalah Fitrah Bagi Mujassim, Bukan Bagi Yang Lain

Gambar
TAJSIM ADALAH FITRAH BAGI MUJASSIM, BUKAN BAGI YANG LAIN Syaikh Ibnu Taymiyah seperti biasa berulang kali mencoba meyakinkan bahwa pemikiran tajsim (keyakinan bahwa Allah berupa jisim) adalah bagian dari fitrah. Ini salah satu penjelasan beliau: ومعلوم أن كون البارئ ليس جسمًا ليس هو مما تعرفه الفطرة والبديهة "Sudah maklum bahwasanya keberadaan Tuhan tidak sebagai jisim adalah bukan apa yang diketaui oleh fitrah dan kejelasan pemahaman" (Bayan Talbis al-Jahmiyah) Beliau mengatakan itu dalam rangka menolak keyakinan Imam Ahlussunnah Wal Jama'ah, ar-Razi, yang menyusun banyak argumen untuk menolak tafsiran-tafsiran tajsim pada ayat atau hadis yang berbicara tentang sifat. Sudah maklum bahwa Ahlussunnah Wal Jama'ah menetapkan semua sifat Tuhan yang dinyatakan oleh Allah dan Rasulullah, tetapi tidak dalam makna jismiyah.  Allah memang punya 'ain, yad, wajh, dan lainnya tapi maknanya bukan jisim; Allah memang nuzul dan istawa tetapi bukan dalam makna pergerakan jisim. A...

Kemahabesaran Allah Dalam Perspektif Asy'ariyah dan Pendaku Salafiyah

Gambar
KEMAHABESARAN ALLAH DALAM PERSPEKTIF ASY'ARIYAH DAN PENDAKU SALAFIYAH Oleh: Abdul Wahab Ahmad Allah Maha Besar, semua kaum muslimin sepakat hal ini. Akan tetapi mereka berselisih bagaimana memaknainya. Para ulama dari kalangan Ahlussunnah Wal Jama'ah (Asy'ariyah dan Maturidiyah) memahaminya dengan cara yang semestinya, sesuai dengan keagungan Allah Ta'ala tanpa mencampurnya dengan sifat-sifat kekurangan seperti adanya batasan ukuran. Tetapi tidak demikian bagi pendaku Salafi. Selengkapnya bisa dilihat dari penjelasan berikut: 1. Perspektif Ahlussunnah Wal Jama'ah:  Dalam perspektif mereka, sebagaiamana saya berulang kali tuliskan, Allah bukanlah jisim (susunan materi) sehingga membahas Allah jangan seperti membahas materi. Kemahabesaran Allah adalah salah satu sifat Allah yang mutlak dimiliki-Nya tanpa perlu perbandingan rasio dengan makhluk manapun. Allah sudah Maha Besar sejak waktu belum berjalan dan seluruh alam tercipta, tetap Maha Besar saat makhluk-makhluk te...

Buku Klaim Dusta Salafi Wahabi Tentang Akidah Salaf

Gambar
Buku Klaim Dusta Salafi Wahabi Tentang Akidah Salaf ANDA INGIN TAHU TENTANG:  1. Tafwidh makna [dalam sifat khabariyah] adalah akidah haq dan akidah ulama' salaf, bahkan ijma'?  2. Ta'wil [sifat khabariyah] adalah maslak yang haq dan manhaj sedikit ulama' salaf? 3. Sifat khabariyah termasuk mutasyabihat menurut ulama' salaf dan menyelisihi klaim mereka yang menyebut sebagai muhkamat?  4. Ulama' salaf yang menafikan jisim dari Allah dan menjawab klaim mereka yang mengatakan istilah jisim tidak ada dimasa salaf?  5. Mereka menta'wil sifat dan ketika didebat mereka menjawab: "kami mentafsir bukan menta'wil" dan lalu mereka tidak bisa menjelaskan perbedaan antara tafsir dan ta'wil? 6. Ternyata ulama Hambali [Atsariyah pengikut Imam Ahmad bin Hanbal] juga mentafwidh makna sebagaimana Asy'ariyah dan Maturidiyah? 7. Mereka mencampur adukkan kalam-kalam ulama' dan bahkan tidak bisa membedakan antara istilah zhahir kalam, zhahir lafazh, zhah...

Tadzkiratussami’ Kitab Wahabi?

Gambar
TADZKIRATUSSAMI' KITAB WAHABI ? Tadzkiratussami' adalah kitab adab yang dikarang oleh ulama besar ahlussunnah wal Jama'ah, al Imam Badruddin bin Ibrahim bin Sa'dillah bin Jama'ah. Dalam fiqih beliau bermadzab Syafi'i, sedangkan secara aqiqah, madzab beliau adalah Asy'ariyah tulen. Imam adz Dzahabi mengatakan : "Beliau adalah tokoh terkemuka dalam madzhab Asy'ariyah." Bahkan beliau punya karya-karya besar yang menjelaskan madzhab Asy'ariyah secara mendetail, diantaranya : "Idhahul Dalil fi qathi Hujaj ahli Tha'thil." Di Indonesia kitab Tadzkiratussami' memang belum populer di kaji di pesantren-pesantren apalagi majelis ta'lim. Rata-rata santri di sini lebih akrab dengan kitab Ta'lim muta'alim karya imam Zarnuzi. Sebenarnya, cukup mengundang tanda tanya, kenapa karya imam Zarnuzi tersebut yang secara madzab fiqih mengikuti Hanafi bisa lebih populer dari Tadzkiratussami' yang merupakan ulama besar madzhab Syaf...

Mengapa Harus Salafi?

Gambar
Mengapa Harus Salafi? by Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pertanyaan : Assalamu'alaikum wr. wb. Mudah-mudahan Allah selalu melimpahkan rahmat bagi Ustadz dan keluarga. Maaf pak ustadz, pertanyaan saya panjang. Dari sebuah situs Islam www.assunnah.or.id saya membaca artikel dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang berjudul "Mengapa harus Salafi?" di antaranya menyebutkan "Siapa saja yang memisahkan antara Al-Kitab dan As-Sunnah dengan As-Salafus Shalih bukanlah seorang yang benar selama-lamanya." Dan juga artikel dari beliau lainnya yang menyebutkan, "Sesungguhnya kelompok atau perkumpulan Islam mana saja yang tidak tegak di atas kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi wassalam serta di atas manhaj salafus shalih tentu ia dalam kesesatan yang nyata!" Dalil ini seringkali digunakan teman-teman saya yang mengaku salafi untuk menganggap orang lain yang bukan salafi sesat dan bidah. Pertanyaan saya: 1. Sebenarnya apakah salafi itu? dan apakah h...