Postingan

Menampilkan postingan dengan label ulama

Warisan Ulama Salaf

Gambar
Warisan ulama Salaf Perbedaan pendapat dalam masalah ijtihadiyyah atau furu (cabang) agama, tidak boleh dijadikan dasar untuk membangun wala’ (loyalitas) dan bara’ (permusuhan) kepada sesama muslim. Apalagi untuk alasan menyesatkan seorang muslim atau mengeluarkannya dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Menyesatkan seorang muslim bukan perkara yang enteng, tapi masalah yang sangat berat dan mengandung resiko yang sangat berbahaya di hadapan Allah kelak. Imam Ahmad berkata : “Mengeluarkan seorang dari Ahlus Sunah itu perkara yang sangat berat.” Perbedaan pendapat merupakan sunatullah (ketetapan Allah) yang tidak mungkin untuk dihindari pada umat ini sampai hari kiamat. Perbedaan pendapat dalam lingkup ini, merupakan salah satu bentuk rahmat (kasih sayang) Allah. Dengan adanya perbedaan pendapat, menjadi media untuk menempa kedewasaan kita. Bagaimana kita mengolah perbedaan ini menjadi sesuatu yang indah dalam balutan ukhuwah Islamiyyah. Sebagaimana halnya pelangi, berwarna-warni, namun begitu...

Ulama Juga Menasehati Penguasa Secara Terbuka

Gambar
ULAMA JUGA MENASEHATI PENGUASA SECARA TERBUKA 1. Ibnu Abbas mengkritik kebijakan sayidina Ali. Ketika orang-orang menceritakan bahwa Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib menjatuhkan hukum bakar kepada orang-orang murtad, Ibnu Abbas berkata : "Janganlah kamu menyiksa dengan siksaan Allah (api).”  2. Wanita tua yang mengkritik Umar. Ketika Amirul mukminin Umar bin Khattab menetapkan kebijakan pembatasan mahar, seorang wanita tua angkat bicara menolaknya padahal Umar masih berdiri diatas mimbar.  “Wahai amirul mikminin, apakah engkau tidak mendengar firman Allah : 'Sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, Maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun... (QS. An Nisa : 20) Mendengar itu Umar langsung meralat keputusannya. 3. Abu Muslim menolak keputusan Muawiyah.  Mu’awiyyah berdiri di atas mimbar mengumumkan pemotongan jatah harta beberapa kaum Muslimin. Maka berdirilah Abu Muslim Al Khulani menolak dengan tegas, ...

Ulama

Gambar
Ulama By. Ahmad Sarwat, Lc.MA Ulama itu bentuk jama' dari 'alim. Secara umum memang bisa saja dimaknai sebagai ahli ilmu, namun dalam istilah yang lebih khas digunakan, maksud ulama itu adalah pakar di bidang suatu disiplin ilmu agama.  Baik dia sebagai pelopor atau yang menyempurnakannya kemudian. Sebenarnya Nabi SAW dan para shahabat juga bisa disebut ulama, namun penggunaannya kurang lazim.  Mengapa? Karena Rasulullah SAW itu posisinya bukan penemu namun justru di atasnya, yaitu sebagai sumber dari ilmu-ilmu keislaman.  Begitu juga para shahabat, termasuk juga sumber ilmu pengetahuan agama. Dan tentu saja sumber paling utama adalah Al-Quran itu sendiri. Lalu kenapa mereka tidak disebut 'ulama'? Karena lazimnya ilmu dikenal sebagai bentuk karya ilmiyah, menjadi sebuah disiplin keilmuan yang dikembangkan secara baku, dari yang tadinya masuh berserakan dan belum tersusun rapi. Sebagai contoh, Nabi SAW dan para shahabat itu sumber bahasa Arab. Mereka mempraktekkan bahasa...

Mencatut Nama Qur’an dan Sunnah, Bukan Pekerjaan Ulama Salaf

Gambar
Mencatut Nama Qur'an dan Sunnah, Bukan Pekerjaan Ulama Salaf! Ahmad Zarkasih, Lc Kita tidak mendapati –sejak dulu- ulama salaf yang beneran salaf juga ulama madzhab, yang dalam masalah-masalah fiqih, mereka menisbatkan pendapat hasil ijtihad mereka kepada al-Qur’an dan sunnah. Dengan bahasa yang lebih ringan, kita tidak pernah mendapati mereka menuliskan dalam kitab-kitab mereka “ini pendapat yang shahih dan benar menurut al-Qur’an dan sunnah”. Tidak pernah kita dapati itu. Sama sekali tidak pernah. Yang kita dapati adalah, bahwa mereka dalam masalah-masalah fiqih yang mereka ijtihad-kan mereka menisbatkan pendapat mereka itu kepada diri mereka atau madzhab mereka. Itu tentu bukan karena para salaf dan ulama madzhab serta imam-imam mulia mereka tidak mengambil hukum dari al-Qura’an dan sunnah. Bukan itu tentunya. Keliru jika ada yang beranggapan seperti ini. Toh para imam-imam itu beserta ulamanya, adalah orang yang memang sangat mengerti dengan dalam maksud teks syariah, baik ayat...

Patuhi Pemerintah dan Ulama’ Tapi Jangan Tinggalkan Syiar Jama’ah dan Jum’atan

Gambar
Patuhi Pemerintah dan Ulama' Tapi Jangan Tinggalkan Syiar Jama'ah dan Jum'atan Telah banyak beredar fatwa dan tausiyah ulama', baik lokal atau internasional untuk mentiadakan jama'ah dan jum'atan khususnya di daerah atau zona yang dianggap rawan [zona merah] atau dianggap sudah waspada. Fatwa yang berbeda juga ada. Dan berikut ini adalah pendapat pribadi saya dan insya Allah ini adalah pendapat tengah-tengah. Sebaiknya jama'ah atau jum'atan tetap diadakan di masjid atau musholla agar syiar Islam tetap terjaga dengan mengikuti ketentuan sebagai berikut: 1. Jama'ah maktubah di masjid atau musholla cukup dihadiri 3 atau 4 atau 5 orang saja atau kurang dari 10 orang [jangan ramai-ramai karena akan susah diatur]. Atau bisa koordinasi dengan pihak pemerintah setempat. 2. Yang hadir jama'ah usahakan dapat mengatur jarak [berjauhan]. Berjauhan atau tidak merapatkan sof karena udzur tidak membatalkan fadhilah jama'ah. 3. Usahakan ada sabun cuci atau h...

Khilaf Para Ulama

Gambar
Khilaf Para Ulama by Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pertanyaan : Assalamualaikum wr. Wb. Pak Ustadz yth, Saya masih agak bingung dan takut tentang khilaf para ulama, karena kebodohan dan keterbatasan ilmu yang saya miliki. Saya hanya bisa melihat hitam dan putih tentang kebenaran yang mutlak. Banyak hal yang menimbulkan khilaf para ulama besar yang dirahmati Allah SWT. Yang contoh umumnya masalah bid'ah atau isbal yang akan berdosa besar bila kita melakukannya. Bagaimana pertangungjawaban saya kepada Allah nanti bila ternyata sayamemilih fatwa yang salah? Yang ternyata ibadah saya merupakan suatu bid'ah misalnya, atau ternyata fatwa Syeikh Bin Baz rahimahullah tentang isbal yang benar. Apakah saya akan mendapatkan kemurkaan Allah di akhirat nanti? Terimakasih sekali atas penjelasannya. Jawaban : Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Orang yang dihukum Allah SWT dengan siksa yang pedih dan berat adalah orang yang secara sengaja dan jelas-jelas melanggar apa yang telah di...