Postingan

Menampilkan postingan dengan label tawassul

Hakikat Tawassul

Gambar
Hakikat Tawassul Tawassul bukan membuat perantara antara kita dengan Tuhan. Sama sekali bukan. Tuhan Maha Dekat, mustahil ada bisa lebih dekat lagi sehingga berperan sebagai perantara. Malah jadi benang kusut ketika ada yang mengumpamakan tawassul seperti orang yang mau menghadap presiden tapi terlalu tinggi sehingga harus lewat ajudannya dulu. Ini perumpamaan salah total apabila dipakai untuk kasus seorang hamba dengan Allah Yang Maha Dekat.  Kalau mau diumpamakan, tawassul itu seperti ketika seseorang menghadap langsung presiden untuk suatu keperluan. Di saat sudah berbicara empat mata, dia bercerita bahwa dirinya adalah teman baik anaknya pak presiden. Tujuan ceritanya hanyalah untuk merayu Presiden agar bisa lebih menerima dirinya sebab ada hubungan baik antara dia dengan anaknya. Dalam kasus hubungan hamba dengan Allah yang dinyatakan bahwa Ia lebih dekat dari urat leher hambanya, seorang hamba yang salih pasti "berbicara langsung" pada Allah dan memohon langsung tanpa d...