Memurnikan Tauhid
Memurnikan Tauhid Oleh : Yendri Junaidi Surat al-Ikhlas. Dinamakan demikian karena ia mengajarkan bagaimana memurnikan tauhid (akidah). Al-Ikhlas terambil dari kata al-khulush yang berarti murni dan bersih. Ayat-ayatnya merupakan ayat-ayat muhkamat, dimana ayat-ayat yang mutasyabihat mesti dihadapkan kepadanya dan dipahami dalam konteksnya agar tidak terjebak pada sesuatu yang mahdzur (larangan). Surat al-Ikhlas mengandung itsbat (pengukuhan) dan juga nafy (penegasian/peniadaan). Berarti kedua instrumen ini mesti digunakan dalam menetapkan (taqrir) akidah yang murni. Tidak boleh itsbat saja dengan mengabaikan nafy, atau sebaliknya. Hanya yang menarik adalah nafy dalam surat ini lebih banyak daripada itsbat. Mari kita lihat... قل هو الله أحد “Katakanlah Dia Allah Yang Maha Esa” (itsbat) الله الصمد “Allah Tempat Meminta” (Itsbat) لم يلد ولم يولد “Dia tidak beranak (Nafy), dan tidak pula diperanakkan (Nafy).” ولم يكن له كفوا أحد “Dan tidak satupun yang setara/sepadan dengan-Nya.” (Na...