Postingan

Menampilkan postingan dengan label sunni

Menghidupkan Sunnah?

Gambar
Menghidupkan Sunnah? Karena istilah sunnah itu banyak dipakai oleh beberapa disiplin ilmu yang berbeda, maka seruan untuk menghidupkan sunnah nampaknya perlu sedikit diulas.  Maksudnya biar jelas, kalau mau dihidupkan, sunnah yang manakah maksudnya? 1. Sunnah Menurut Ilmu Ushul Fiqih Ada sunnah menurut ilmu ushul fiqih, yaitu segala hal terkait perbuatan dan perkataan Nabi SAW, termasuk juga taqrir, sikap moral (khuluqiyah) dan sifat fisik (khilqiyah). Dalam hal ini sebenarnya agak mirip-mirip juga dengan pengertian sunnah menurut ilmu musthalah hadits. Karena ilmu hadits sebenarnya cabang atau bagian dari ilmi Ushul Fiqih.  Misalnya Nabi SAW buang air besar di padang pasir dan ceboknya pakai batu. Makanan pokoknya roti kurma, minum susu unta atau kambing asli hasil perahan tanpa dimasak dulu. Shalat jadi imam di masjid tanpa melepas sendal atau sepatu, karena masjidnya beralaskan tanah, bukan karpet apalagi keramik.  Kemana-mana bawa tongkat, sampai khutbah Jumat pun nam...

Inilah Sunnahku

Gambar
“Inilah Sunnahku…” Sunnah Rasulullah Saw tidak terbatas pada satu dimensi saja. Ada sunnah beliau yang berkaitan dengan masalah akidah (dalam konteks inilah makna sunnah dalam pemakaian ulama salaf ; dalam bidang akidah). Ada sunnah beliau yang berkaitan dengan ibadah. Ada sunnah beliau yang berkaitan dengan adat kebiasaan.  Tapi ada yang menarik. Meskipun ada sunnah dalam akidah, ibadah, kebiasaan dan sebagainya, tapi tidak ada satu hadits pun dalam kutub sittah (sepanjang yang saya tahu) yang di dalamnya Rasulullah Saw menegaskan bahwa, “Inilah sunnahku…” (ada memang hadits dalam shahihain dengan redaksi: “Siapa yang tidak suka sunnahku maka ia bukan bagian dariku,” dan ini berkaitan dengan masalah menikah, puasa dan tidur di malam hari). Satu-satunya hadits dimana Nabi menegaskan bahwa “inilah sunnahku…” justeru tidak berkaitan dengan masalah akidah atau ibadah sama sekali, melainkan dalam masalah kesucian hati.  Perhatikan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam ...

Mencatut Nama Qur’an dan Sunnah, Bukan Pekerjaan Ulama Salaf

Gambar
Mencatut Nama Qur'an dan Sunnah, Bukan Pekerjaan Ulama Salaf! Ahmad Zarkasih, Lc Kita tidak mendapati –sejak dulu- ulama salaf yang beneran salaf juga ulama madzhab, yang dalam masalah-masalah fiqih, mereka menisbatkan pendapat hasil ijtihad mereka kepada al-Qur’an dan sunnah. Dengan bahasa yang lebih ringan, kita tidak pernah mendapati mereka menuliskan dalam kitab-kitab mereka “ini pendapat yang shahih dan benar menurut al-Qur’an dan sunnah”. Tidak pernah kita dapati itu. Sama sekali tidak pernah. Yang kita dapati adalah, bahwa mereka dalam masalah-masalah fiqih yang mereka ijtihad-kan mereka menisbatkan pendapat mereka itu kepada diri mereka atau madzhab mereka. Itu tentu bukan karena para salaf dan ulama madzhab serta imam-imam mulia mereka tidak mengambil hukum dari al-Qura’an dan sunnah. Bukan itu tentunya. Keliru jika ada yang beranggapan seperti ini. Toh para imam-imam itu beserta ulamanya, adalah orang yang memang sangat mengerti dengan dalam maksud teks syariah, baik ayat...

Rancunya Istilah Sunnah

Gambar
Rancunya Istilah : Sunnah by. Ahmad Sarwat, Lc.,MA Kalangan yang baru melek agama biasanya sering banget terjebak dengan kerancuan istilah yang satu ini : SUNNAH. Sebuah istilah yang banyak digunakan di berbagai disiplin ilmu, namun seringkali diselewengkan makna dan pengertiannya oleh kalangan yang tidak bertanggung-jawab. Sehingga muncul istilah 'sunnah' di luar dari apa yang selama ini sudah lazim digunakan. Lalu muncul istilah baru yang belum pernah terdengar dalam sejarah : pakaian sunnah, masjid sunnah, nikah sunnah, atau makanan sunnah. Seakan-akan yang tidak dilabeli dengan istilah sunnah langsung terpapar tidak sunnah, alias tidak sejalan dengan ajaran Islam. Dan tujuannya memang hanya bikin sensasi belaka demi menyebarkan fitnah kesesatan di tengah umat Islam. Mereka mengemas istilah SUNNAH dengan pengertian yang bukan pada tempatnya. Tujuannya sekedar menghidup-hidupkan perbedaan pendapat di tengah umat, sembari meleparkan cacian, makian, dan hinaan kepada sesama mus...

Apakah Dalil Syariat Sebatas al-Qur’an dan Sunnah Saja?

Gambar
Apakah Dalil Syariat Sebatas al-Qur’an dan Sunnah Saja? by : Isnan Ansory, Lc, MA Hukum-hukum Islam adalah ajaran yang dibangun atas argumentasi dan landasan yang jelas dan kokoh. Terbentuknya hukum Islam tidaklah semata olah akal manusia, namun di dalamnya terbangun sinergitas antara kehendak langit dan pengetahuan akal manusia. Di mana kedua hal tersebut merupakan bagian dari hidayah atau petunjuk yang Allah berikan kepada manusia sebagai bekal dalam menjalani kehidupannya di dunia.[1] Sebagai ajaran yang memiliki landasan dan dasar, para ulama sepakat bahwa dasar pokok dari ajaran Islam adalah al-Qur’an. Di mana istilah dasar ini, kemudian lebih dikenal dengan istilah dalil. Dan dalil yang menjadi dasar hukum Islam disebut dengan dalil syar’iy. Secara Bahasa, dalil syar’iy (الدليل الشرعي) terdiri dari dua kata yaitu dalil (دليل) dan syar’iy (شرعي). Secara etimologis, dalil berasal dari bahasa Arab yang bermakna petunjuk atas sesuatu yang hendak dituju (al-mursyid ila al-mathlub). Se...

Sudah Ada Quran dan Sunnah, Kenapa Masih Harus Ijtihad?

Gambar
Sudah Ada Quran dan Sunnah, Kenapa Masih Harus Ijtihad? Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pertanyaan : Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mohon kiranya ustadz membahas topik penting satu ini, karena banyak sekali orang bertanya, baik karena benar-benar tidak tahu atau pun karena kurang ilmu, mengapa kita masih butuh ijtihad yang dilakukan oleh manusia? Tidakkah cukup bagi kita menggunakan petunjuk langsung dari Allah SWT? Allah SWT telah menurunkan wahyu Al-Quran dengan ayat-ayat yang jelas, sebagaimana tertera pada ayat-ayat berikut ini : الر تِلْك آياتُ الْكِتابِ وقُرْآنٍ مُّبِينٍ Alif, laam, raa. ini adalah ayat-ayat Al-Kitab, yaitu Al Quran yang memberi penjelasan. (QS. Al-Hijr : 1) Bukankah Al-Quran merupakan kitab yang sempurna, tidak ada satu pun yang tidak terdapat di dalam Al-Quran? مّا فرّطْنا فِي الكِتابِ مِن شيْءٍ Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab. (QS. Al-An’am : 38) Bukankah Rasulullah SAW sudah mewariskan dua pedoman, yang selama kita berpegang-teguh pad...

Perbuatan Itu Memang Sunnah Nabi Tapi Hukumnya Haram, Kok Bisa?

Gambar
Perbuatan Itu Memang Sunnah Nabi Tapi Hukumnya Haram, Kok Bisa? Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pertanyaan : Asssalamu alaikum Saya pernah membaca sebuah buku, yang mengatakan (menurut ingatan saya) tidak semua kelakuan nabi shallallahu 'alaihi wasallam itu sunnah/ pantas untuk diikuti umatnya, sebenarnya sunnah itu yang bagaimana!? Karena, menurut pelajaran sekolah sunnah itu, adalah segala ucapan dan tingkah laku nabi shallalahu 'alahi wasallam, dasn bagaimana pula hukumnya jika kita tau suatu hal adalah sunnah, namun kita tidak melakukannya, syukran Jawaban : Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebenarnya yang terjadi memang agak lucu, karena ternyata istilah sunnah itu dipakai oleh banyak kalangan, namun dengan pengertian masing-masing. Sehingga ketika mereka saling berkomunikasi dengan cara yang tidak komunikatif, terjadilah kesalah-pahaman itu. Sebelum kami jelaskan lebih lanjut di mana letak titik masalah, kami ingin menceritakan sebuah kisah pengalaman lucu. Mu...