Postingan

Menampilkan postingan dengan label quran

Menyoal Terjemahan Kemenag atas Kata ‘Istawa’ dalam Al-Qur’an

Gambar
Menyoal Terjemahan Kemenag atas Kata ‘Istawa’ dalam Al-Qur’an BY ABDUL WAHAB AHMADDESEMBER Pada tahun 2019, Kementerian Agama mengeluarkan edisi penyempurnaan terjemahan al-Qur’an yang kini dapat diunduh secara online. Sebagaimana judulnya, secara umum edisi penyempurnaan ini memiliki akurasi yang lebih cermat dalam memilih kata yang pas sebagai terjemah ayat-ayat al-Qur’an yang begitu kompleks. Terjemahan edisi baru ini disosialisasikan pada tahun ini (2020) melalui serangkaian event yang salah satunya berupa webinar. Penulis berkesempatan mengisi salah satu webinar tersebut pada tanggal 31 Agustus 2020 yang secara khusus diamanatkan untuk membahas tentang Pemaknaan Ayat-ayat Mutasyabihat Perspektif Ahlussunnah Wal Jamaah. Di antara yang penulis sorot saat itu adalah penerjemahan kata istawa yang ternyata tetap mengikuti tradisi lama dalam terjemahan-terjemahan berbahasa Indonesia lainnya, yakni menerjemah kata istawa sebagai bersemayam. Meskipun populer, terjemahan ini problematik ke...

Masalahnya Dalam Penafsiran, Bukan Ayat

Gambar
MASALAHNYA DALAM PENAFSIRAN, BUKAN AYAT Mujassimah ngotot berkata bahwa Allah bertempat di atasnya Arasy dengan bermodal ayat: ٱلرَّحۡمَـٰنُ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ٱسۡتَوَىٰ "Yang Maha Rahman istawa atas Arasy" [Surat Tha-Ha 5] Dalam versi mereka, terjemahnya demikian: 𝒀𝒂𝒏𝒈 𝑴𝒂𝒉𝒂 𝑹𝒂𝒉𝒎𝒂𝒏 𝒅𝒖𝒅𝒖𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒆𝒎𝒂𝒚𝒂𝒎/𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍/𝒎𝒆𝒏𝒆𝒕𝒂𝒑 𝒅𝒊 𝒂𝒕𝒂𝒔𝒏𝒚𝒂 𝑨𝒓𝒂𝒔𝒚 Teroris juga ngotot berkata bahwa seorang muslim harus melatih diri untuk menebar teror pada mereka yang dijuluki sebagai "musuh Allah" dan "musuh mereka sendiri" dengan bermodal ayat: وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةࣲ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَیۡلِ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ وَءَاخَرِینَ مِن دُونِهِمۡ لَا تَعۡلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ یَعۡلَمُهُمۡۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَیۡءࣲ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ یُوَفَّ إِلَیۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ "Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari...

Ayat Jihad Yang Diselewengkan

Gambar
Ayat Jihad Yang Diselewengkan Para teroris yang suka menebar semangat memenggal kepala orang kafir punya ayat favorit yaitu surat A-Taubah ayat kelima. Ayat ini disebut-sebut sebagai ayat pedang (ayat saif), karena menegaskan bahwa bahasa Al-Quran yang final dan satu-satunya untuk non muslim adalah : pedang. فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. (QS. At-Taubah : 5) Uniknya lagi ayat ini diklaim oleh juru tafsir gadungan dari kalangan mereka sendiri sebagai ayat yang telah menasakh atau menghapus berlakunya lebih dari 100-an ayat Al-Quran yang lain, yang mengajarkan bahwa tidak semua orang kafir itu harus dibunuh. Banyak ayat dalam Al-Quran yang memerintahkan kita berlaku adil kepada orang...

Tafsir Quran dan Syarah Hadits VS Terjemahan

Gambar
Tafsir Quran dan Syarah Hadits VS Terjemahan Memahami Al-Quran kalau baru sampai terjemahannya saja memang bisa fatal akibatnya, karena terjemah itu punya banyak keterbatasan.  Terlalu banyak informasi yang belum terungkap dari suatu ayat, kecuali setelah kita buka kitab tafsir para ulama. Memahami Hadits Nabawi kalau baru sampai terjemahannya sajs memang bisa fatal akibatnya, karena terjemah itu punya banyak keterbatasan. Terlalu banyak informasi yang belum terungkap dari suatu hadits, kecuali setelah kita buka kitab syarah hadits para ulama. Maka slogan 'Kembali Kepada Quran Sunnah' harus dipahami sebagai : kembali kepada kitab tafsir dan kitab syarah hadits. Jangan pernah terbersit dengan pemahaman sempit : kembali kepada terjemahan Quran dan terjemahan hadits.  Bukan apa-apa, tapi terjemahan itu bukan Al-Quran. Mana ada ceritanya Jibril turun bawa Quran terjemahan? Mana ada Nabi SAW membagi-bagikan terjemahan hadits? Terjemahan itu adalah interpretasi si penerjemah. Sebata...

Al-Quran dan Aliran Tafsir Takfiri

Gambar
Al-Quran dan Aliran Tafsir Takfiri by. Ahmad Sarwat, Lc.,MA  Salah satu cara licik kalangan takfiri dalam melancarkan serangannya ke jantung kaum muslimin adalah dengan memelintir sejumlah ayat Al-Quran dan menjadikannya sebagai dalil atas tuduhan pengkafirannya. Padahal yang dituduh kafir itu sesungguhnya masih sama-sama saudara seiman dan seagama. Namun dengan memanfaatkan keawaman kaum muslimin terhadap tafsir Al-Quran, beberapa ayat tertentu di dalam Al-Quran berhasil 'dibajak' dan ditafsiri sekehendak hati.  Akibatnya banyak dari kaum muslimin yang termakan bahkan terbawa dengan ide kalangan takfiri, mulai ikut-ikutan mengkafirkan sesama muslim.  Salah satu ayat yang paling sering digunakan untuk menuduh kafir sesama muslim adalah surat Al-Maidah ayat 44.  وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. Al-Maidah : ...

Quran dan Iramanya

Gambar
Quran dan Iramanya Seni melantunkan ayat Al-Quran itu banyak jenisnya. Salah satunya Ilmu Nagham. Guru saya menyebutnya tarannum.  Sebenarnya Ilmu Nagham ini merupakan bagian dari seni suara atau seni vokal yang mengalami pengaruh besar dari berbagai negeri muslim.  Nama-nama seperti Hijaz, Nahawand, Rass, dan lainnya konon merupakan nama daerah tempat asalnya nada-nada itu. Tentunya nada-nada ini bukan wahyu yang turun dari langit. Malaikat Jibril alaihissalam ketika membacakan ayat-ayat Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW tidak ada penjelasannya dengan memakai nada yang mana.  Namun saking terkenalnya nada-nada itu, di kemudian hari dianggap sebagai nada yang baku untuk baca Al-Quran.  Mirip dengan kaligrafi Arab yang kemudian identik dengan ayat Quran. Seolah-olah semua kaligrafi Arab itu ayat Al-Quran.  Sampai dosen saya ngejoke begini : Di mushalla ada kaligrafi bertuliskan :  عجلوا بالصلاة قبل الفوت وعجلوا بالتوبة قبل الموت  Segerakan shalat sebelu...

Al-Quran dan Tafsir

Gambar
Al-Quran dan Tafsir Memahami isi Al-Quran dan beristimbath hukum dari Al-Quran bukan pekerjaan mudah,  tidak semudah berstatemen : 'Kembali kepada Al-Quran'.  Kita perlu belajar dari para profesional untuk bisa menggali hukum Al-Quran. Tanpa bimbingan ahli, tentu sulit mengetahui bagaimana anatomi hukum yang terkandung di dalam suatu ayat.  Mirip peringatan adegan berbahaya : 'Jangan lakukan adegan ini di rumah, adegan ini hanya dilakukan oleh kalangan profesional dengan latihan dan skil tinggi'.  Lho, jadi kita tidak boleh berpegang kepada Al-Quran? Buat apa dong kita baca Al-Quran kalau kita tidak boleh menarik kesimpulan sendiri? Nah ini perlu dijelaskan duduk perkaranya dengan baik. Begini ya, dalam hal membaca Al-Quran saja dulu misalnya, bolehkah dilakukan oleh mereka yang tidak pernah belajar tajwid?  Bolehkah baca Al-Quran dengan bacaan yang rusak, panjang pendeknya berantakan, makhrojnya bubar dan akhirnya jadi mengubah arti?  Tidak boleh, bukan? K...

Jilbab dalam Al-Quran

Gambar
Jilbab dalam Al-Quran By. Ahmad Sarwat, Lc.MA Term jilbab hanya sekali saja muncul dalam Al-Quran, yaitu pada ayat ke 59 dari surat Al-Ahzab. Datang dalam bentuk jama' yaitu jalabib (جلابيب). يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59) Sebagai pembanding, di dalam Al-Quran juga ada term lain yaitu khimar (خمار). Dan juga datang dalam bentuk jama' juga، khumur (خمر) وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ  Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya. (QS. An-...

Makna Sifat Tinggi dalam Al-Qur’an

Gambar
Makna Sifat Tinggi dalam Al-Qur’an Abdul Wahab Ahmad  Seluruh kaum Muslimin mengimani Allah sebagai Tuhan Yang Mahatinggi. Akan tetapi apa sebenarnya makna ketinggian ini, apakah berarti ketinggian lokasi seperti halnya dalam ungkapan awan lebih tinggi dari puncak gunung dan puncak gunung lebih tinggi dari lembah? Untuk menjawabnya, maka perlu diketahui beberapa istilah Al-Qur’an yang menyifati oknum tertentu sebagai oknum yang bersifat tinggi. Kita perhatikan ayat-ayat berikut : Penyebutan Nabi Musa sebagai orang yang tinggi. قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَى [طه: ٦٨ [ “ Kami berfirman, “Jangan takut! Sungguh, engkaulah pihak yang tinggi ” (QS Thaha: 68). Kata tinggi dalam konteks Nabi Musa melawan para penyihir ini adalah unggul dan menang dari musuh. Perkataan Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan yang tinggi فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى [النازعات: ٢٤ [ “(Seraya) berkata, Akulah tuhanmu yang paling tinggi” (QS Adz-Dzariyat: 24) Kata tinggi dalam kont...

Buku Memahami Al-Quran dan Tantangannya

Gambar
Buku Memahami Al-Quran dan Tantangannya Judul : Memahami Al-Quran dan Tantangannya Penulis : Ahmad Sarwat, Lc.MA Editor : Al-Fatih Setting : Al-Fayyad Cover : Faqih Design : Al-Fawwaz Jenis Cover : softcover Penerbit : Rumah Fiqih Publishing Kertas/Ukuran : A5 Tebal : 241 hlm. Harga : Rp. 90.000 ,- - Rp. 60.000,- Daftar Isi Pendahuluan Tantangan 1 : Terjemah Al-Quran A. Kendala Penerjemahan 1. Terbatasnya Padanan Kata 2. Kendala Rasa Bahasa 3. Terbatasnya Ruang Penerjemahan 4. Banyaknya Versi Penafsiran Para Ulama 5. Lemahnya Penguasaan Bahasa Indonesia 6. Pengakuan Tim Penerjemah B. Sejarah Penerjemahan Al-Quran 1. Dilakukan Oleh Non Muslim 2. Ditentang Ulama Al-Azhar dan Seluruh Dunia 3. Penerjemahan Dari Kalangan Muslimin C. Al-Quran dan Bahasa Arab D. Kaidah Gramatika Bahasa Arab 1. Fi’il Madhi 2. Fi'il Amr 3. Huruf E. Bukan Makna Secara Harfiyah 1. Waris Anak Perempuan Lebih Dari Dua Orang 2. Hukum Melakukan Sa'i, Bolehkah? 3. Bayar Fidyah Bag...

Amaliah Sunnah Al Quran Pada Malam dan Hari Jumat

Gambar
Amaliah Sunnah Al Quran pada malam dan hari Jumat Oleh: Izza el-Mufidati Tidak asing bagi kita bahwa hari Jumat dikatakan sebagai hari yang penuh berkah atau Jum’ah Mubarok. Lantas amaliah apa saja yang yang disunnahkan terkait al-Qur’an pada malam Jumat atau hari Jumat? Amaliah yang pada malam Jumat atau hari Jumat yang disunnahkan terkait al-Qur’an yaitu membaca surat al-Kahfi, sebagaimana hadis: من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بينه وبين البيت العتيق “Barangsiapa membaca Surat al-Kahfi di hari Jumat, maka Allah menwrangi cahaya antara orang tersebut dengan Ka’bah.” (HR. al-Baihaqi. Sanadnya Shahih) Lantas bagaimana amaliah membaca surat Yasin di malam Jum’at? Menurut Ahli hadits Syaikh al-Manawi, amaliah di malam atau hari Jumat tidak hanya surat al-Kahfi, tetapi ada surat lain, yakni membaca surat Yasin: من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله “Barangsiapa membaca surat Yasin dan Shaffat di malam Jumat, maka Allah memberikan kepadanya permintaannya.” (HR...

Apakah Dalil Syariat Sebatas al-Qur’an dan Sunnah Saja?

Gambar
Apakah Dalil Syariat Sebatas al-Qur’an dan Sunnah Saja? by : Isnan Ansory, Lc, MA Hukum-hukum Islam adalah ajaran yang dibangun atas argumentasi dan landasan yang jelas dan kokoh. Terbentuknya hukum Islam tidaklah semata olah akal manusia, namun di dalamnya terbangun sinergitas antara kehendak langit dan pengetahuan akal manusia. Di mana kedua hal tersebut merupakan bagian dari hidayah atau petunjuk yang Allah berikan kepada manusia sebagai bekal dalam menjalani kehidupannya di dunia.[1] Sebagai ajaran yang memiliki landasan dan dasar, para ulama sepakat bahwa dasar pokok dari ajaran Islam adalah al-Qur’an. Di mana istilah dasar ini, kemudian lebih dikenal dengan istilah dalil. Dan dalil yang menjadi dasar hukum Islam disebut dengan dalil syar’iy. Secara Bahasa, dalil syar’iy (الدليل الشرعي) terdiri dari dua kata yaitu dalil (دليل) dan syar’iy (شرعي). Secara etimologis, dalil berasal dari bahasa Arab yang bermakna petunjuk atas sesuatu yang hendak dituju (al-mursyid ila al-mathlub). Se...