Postingan

Menampilkan postingan dengan label muslim

Nabi SAW dan Non Muslim : Abu Al-Ash

Gambar
Nabi SAW dan Non Muslim : Abu Al-Ash   by. Ahmad Sarwat, Lc.,MA   Tulisan ini Penulis susun untuk mengungkap fakta tak terbantahkan bahwa ada anggota keluarga dan orang dalam dalam rumah tangga Rasulullah SAW yang agamanya bukan Islam.   Pada tulisan sebelumnya Penulis sudah angkat tokoh seperti Abu Thalib sebagai paman, Maria Al-Qibthiyah sebagai istri, Abu Sufyan sebagai mertua, maka pada seri ini Penulis ingin mengangkat satu nama : Abu Al-Ash sebagai menantu.  Abu Al-Ash menikahi puteri sulung Rasulullah SAW, Zainab binti Rasulullah SAW. Dia adalah menantu pertama Rasulullah SAW.  Tapi bagaimana ceritanya kok sampai seorang Rasulullah SAW punya mantu yang kafir kayak gitu?  Apakah Beliau SAW terlalu sibuk berdakwah sehingga jadi kurang perhatian pada puterinya sampai kepincut dengan laki-laki non muslim?  Apakah Zainab puteri Rasulullah SAW ini salah bergaul, sehingga dapat suami yang lain agama? Jawabannya tidak dan tidak. Sebab kej...

Nabi SAW dan Non Muslim : Abu Sufyan

Gambar
Nabi SAW dan Non Muslim : Abu Sufyan   by. Ahmad Sarwat, Lc.,MA   Ternyata banyak juga yang baru sadar kalau banyak perang melawan orang kafir di masa kenabian yang melibatkan drama keluarga. Maksudnya, perang itu terjadi dimana keluarga-keluarga terpecah menjadi dua kubu. Sebagian anggota keluarga berada di kubu muslimin bersama Rasulullah SAW, namun sebagian anggota keluarga yang lain bersama kubu musyrikin. Yang paling mencolok adalah antara Rasulullah SAW dengan pimpinan musyrikin Mekkah, Abu Sufyan.  Dua orang ini sama-sama berada di level tertinggi dari masing-masing kubu.  Ternyata keduanya punya hubungan keluarga yang amat dekat, yaitu salah satu puteri Abu Sufyan yang bernama Romlah (kadang juga disebut Ummu Habibah) justru masuk Islam dan setelah suaminya murtad di Habaysah, justru dinikahi oleh Rasulullah SAW.  Selain itu, salah satu putera Abu Sufyan yang bernama Mu'awiyah bin Abu Sufyan juga masuk Islam, bahkan dengan kecakapan baca tulis ...

Nabi SAW dan Non Muslim : Maria Al-Qibthiyah

Gambar
Nabi SAW dan Non Muslim : Maria Al-Qibthiyah by. Ahmad Sarwat, Lc.,MA  Namanya Maria, bukan nama Arab dan juga bukan adaptasi dari Maryam. Dalam hadits juga ditulis dengan teks (مارية القبطية). Agamanya Nasrani (boleh juga disebut Kristen).  Dia seorang budak Mesir, hadiah dari Muqawqis, penguasa Mesir saat itu, kepada Nabi Muhamad SAW, sebagai balasan dari surat ajakan Nabi Muhammad SAW kepadanya.  Sudah jadi kebiasaan para raja di masa lalu, kalau kirim utusan dan juga surat, disertai dengan souvenir, baik berupa cendera mata emas, perhiasan, atau pun juga yang paling tinggi nilainya, yaitu budak wanita.  Maria adalah 'hadiah' raja Mesir kepada Nabi Muhammad SAW. Hadiah yang sifatnya penghargaan. Tidak semua raja dikirimi hadiah macam itu.  Uniknya, Maria dihadiahkan satu paket dengan adiknya yang bernama Sirin. Dua-duanya dipersembahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Namun Sirin dihadiahkan lagi oleh Nabi SAW kepada penyair muslim, Hassan bin Tsabit.  Namanya...

Nabi SAW dan Non Muslim : Abu Thalib

Gambar
Nabi SAW dan Non Muslim : Abu Thalib by. Ahmad Sarwat, Lc.,MA Hidup bersama non muslim adalah bahian daei fakta kehidupan Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa dipungkiri. Nabi SAW tidak pernah bertemu dengan Abdullah ayahandanya. Karena Abdullah wafat sebelum Nabi lahir. Lalu Nabi diasuh oleh sang kakek, Abdul Mutalib, namun itu pun hanya 2 tahun saja, karena tak lama sang kakek pun wafat. Selebihnya Nabi SAW diasuh dan dibesarkan oleh Abu Thalib, yang posisinya 'ayah angkat'. Abu Thalib adalah paman beliau sendiri, adik atau kakak dari ayahnya Nabi. Uniknya, Abu Thalib tidak mau mengakui kenabian sang keponakan tatkala semua orang beriman kepada kenabiannya di usia 40 tahun. Dan meski selalu melindungi semua perjuangan Nabi SAW, namun bahkan hingga akhir hayatnya, Abu Thalib tetap tidak mau bersyahadat. Tahun kematiannya bersamaan dengan tahun kematian Khadijah, disebut sebagai tahun duka cita ('amul huzn). Bayangkan, seorang nabi dan rasul yang paling mulia, kok menangisi ke...

Muslim Sepanjang Hidup Harus Kafir oleh Sesama Muslim

Gambar
"MUSLIM" Sepanjang Hidup Harus Kafir oleh sesama MUSLIM WAHABI: “Mengapa Anda mengerjakan Maulid. Padahal itu bid’ah.” ASWAJA: “Maulid itu perbuatan baik, dan setiap kebaikan diperintah oleh agama untuk dikerjakan.” WAHABI: “Mana dalilnya?.” ASWAJA: “Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an: وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Kerjakanlah semua kebaikan, agar kamu beruntung.” (QS. al-Hajj : 77). Maulid itu termasuk kebaikan, karena isinya sedekah, mempelajari sirah Nabi SAW dan membaca shalawat. Berarti masuk dalam keumuman perintah dalam ayat tersebut.” WAHABI: “Itu kan dalil umum. Tolong carikan dalil khusus dalam al-Qur’an yang menganjurkan Maulid.” ASWAJA: “Sebelum saya menjawab pertanyaan Anda, tolong jelaskan dalil anda yang melarang Maulid?” WAHABI: “Dalil kami sangat jelas. Maulid itu termasuk bid’ah. Setiap bid’ah pasti sesat. Rasulullah SAW bersabda: “Kullu Bid’atin Dholalah.” Setiap bid’ah adalah sesat.” ASWAJA: “Ah, kalau begitu dalil anda sama dengan dalil ...