Postingan

Menampilkan postingan dengan label mazhab

Perbandingan Mazhab

Gambar
Perbandingan Mazhab  Para ulama fiqih kontemporer agak bersilang pendapat ketika membahas tema : Fiqih Perbandingan Mazhab, antara yang setuju dengan yang tidak.  Yang setuju diajarkannya perbandingan mazhab melihat kita jangan terlalu terkekang dengan mazhab masing-masing, karena di luar mazhab kita, boleh saja ada mazhab lain yang juga benar.  Setidaknya kalau ada urusan yang mentok misalnya, bisa 'pinjam'  sebentar mazhab lain, sehingga tetap bisa menjalankan syariat dengan lurus. Pihak yang kurang setuju dengan kajian Fiqih Perbandingan Mazhab punya hujjah berbeda. Menurut mereka, selain bikin bingung, muridnya pasti akan terjerembab pada jurang talfiq antar mazhab yang sebenarnya justru terlarang.  Seharusnya seseorang belajar satu mazhab dulu sampai tuntas, sampai benar-benar sudah memahami secara lengkap dan total, baru lah kalau sudah kelas tinggi, cerdas, ilmunya luas, dia boleh mempelajari mazhab lain sekedar untuk perbandingan. Kalau belum apa-apa sud...

Terlalu Kepedean Menandingi Imam Mazhab

Gambar
TERLALU GE-'ER Jika ada seorang profesor yang keilmuan dan karya-karyanya telah diakui oleh para ilmuan di kancah internasional berkata : “Jika dalam karya-karya saya ada kesalahan, mohon dikoreksi dan jangan diikuti, lempar saja ke tembok”, maka kalimat ini ditujukan untuk para akademisi yang memiliki keilmuan yang memadahi untuk melakukan analisa atau kritik. Ya, paling tidak sekelas profesor juga atau minimal doktor ‘rasa’ profesor. Bukan ditujukan untuk level anak TK atau SD. Konteks seperti ini telah dipahami dan dimaklumi, walaupun sang profesor tidak menjelaskannya secara rinci. Ini sebagaimana ucapan para imam mujtahidin (ahli ijtihad), terkhusus mereka yang sampai kepada level mujtahid mutlak seperti Imam mazhab yang empat, yaitu : imam Abu Hanifah, Malik bin Anas, Asy-Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal : “Jika ada pendapatku yang bertentangan dengan hadis shahih, maka lempar pendapatku ke tembok dan beramalah dengan hadis shahih tersebut.” Kita jangan terlalu “ge-'er” alias...

Mazhab Pokoknya Haram

Gambar
Mazhab 'Pokoknya Haram'  Saya kadang suka memperhatikan perilaku banyak kalangan dalam beragama. Salah satu yang unik adalah yang 'bermazhab' serba haram.  Aliran ini punya filosofi dasar yang amat populer di kelompoknya, dan nampaknya sudah dianggap kebenaran mutlak nan hakiki.  Kaidahnya berbunyi " 'Segala Sesuatu Pada Dasarnya Haram, Sampai Kami Bilang Halal'. Maka agak risi-risi gimana gitu kalau bergaul dengan kalangan mereka, sebab semua yang kita pakai dan kita kerjakan jatuhnya haram dalam pandangan mereka. Masuk ke dalam rumah kita, maka tiba-tiba semua jadi haram. Lukisan haram, lagu dan musik haram, film haram, foto haram, bank haram, kursi sofa haram, pakaian warna wari haram, tv haram, radio haram, closet duduk haram, e-money haram, kartu kredit haram, makan minum sambil berdiri haram, bahkan perayaan ulang tahun juga haram.  Semua makanan dan minuman hukumnya juga haram, sampai nanti ada label halalnya dari MUI. Rokok dan kopi juga ikutan kena...

Kenapa Belain Mazhab Syafi'i Melulu?

Gambar
Kenapa Belain Mazhab Syafi'i Melulu? By. Ahmad Sarwat, Lc.MA Wah saya bukan belain, tapi saya tahunya memang cuma itu. Mohon maaf sekali dan bukan apa-apa juga, sebab saya belajar agamanya memang lewat jalur mazhab yang tersedis di depan mata, yaitu mazhab Syafi'i. Mungkin kalau saya lahir di India, Pakistan, Turki, boleh jadi saya bermazhab Hanafi.  Atau kalau bapak saya orang Saudi dan saya sejak kecil belajar agama di Saudi, mungkin saya pun bermazhab Hambali.  Atau misalnya engkong saya orang Maroko dan saya tinggal di rumah si engkong, bisa jadi saya bermazhab Maliki.  Tapi saya orang Indonesia, ngaji belajar agama dari kecil sama ulama Indonesia. Wajar dong kalau mazhab saya Syafi'i.  Sebab satu-satunya mazhab fiqih yang ada disini, cuma mazhab Syafi'i. Mazhab lainnya bukan tidak ada, tapi sinyalnya terlalu lemah dan nyaris tidak tertangkap di kawasan Asia Tenggara sebelah sini. Maka kalau bicara fiqih, kok rada kesyafi'i-syafi'iyan, ya wajar lah. Memang n...

Fiqih Perbandingan Mazhab

Gambar
Fiqih Perbandingan Mazhab by. Ahmad Sarwat, Lc.,MA Saya sempat beberapa kali berbeda sudut pandang terkait kajian fiqih perbandingan mazhab dengan tokoh ulama besar yang saya hormati.  Beliau-beliau memandang seharusnya kita tidak perlu mengangkat tema fiqih perbandingan mazhab. Alasannya karen dikhawatirkan umat akan bingung sendiri. Cukup diberikan satu pandangan saja, biar bisa langsung diamalkan dan tidak terkesan agama itu njelimet, rumit dan sulit. Saya bukannya tidak setuju, tapi pengalaman saya pribadi dulu ketika belajar fiqih, justru merasa kebingungan ketika melihat banyak ulama menyajikan pendapat yang saling berbeda.  Sehingga yang muncul justru perdebatan satu kelompok pengajian vs kelompok pengajian yang lain, karena beda ustadz dan beda rujukan. Saya justru ingin membantu khalayak dengan menampilkan dulu semua pendapat yang saling berbeda satu sama lain, tentu dengan merujuk kepada pemilik asli suatu pendapat dan juga hujjah atau landasan syar'i yang digunakan....

Hanabilah Atsariyyah dan Klaim Tafwidh Madzhab Salaf

Gambar
HANABILAH ATSARIYYAH DAN KLAIM TAFWIDH MADZHAB SALAF Klaim bahwa tafwidh makna adalah akidah [jumhur] salaf ternyata tidak hanya datang dari ulama' Asy’ariyyah dan Maturidiyyah saja. Ulama' Hanbali [Atsari] dengan jelas dan tegas juga menyatakan sama bahwa tafwidh adalah maslak salaf Ahlussunnah wal Jama’ah dalam interaksinya dengan sifat khabariyah. Itulah kesimpulan jika kita memahami nash-nash mereka.  Tetapi memang kaum awam akan dibuat bingung dan bertanya-tanya. Pasalnya, menurut klaim Salafi, Atsariyyah [Hanabilah] bermadzhab itsbat makna zhahir lughowi [lahiriyah dari sisi bahasa], bukan tafwidh apalagi ta'wil. Tetapi ulama' Hanbali [kontemporer] sendiri, seperti Syaikh Musthofa Hamdu Ulayyan al-Hanbali, Syaikh Abdul Wahid al-Hanbali al-Azhari dll mengatakan bahwa tafwidh makna [sebagaimana yang diyakini Asy'ariyah dan Maturidiyah] adalah akidah salaf atau akidah Ahlussunah wal Jama'ah.  Manakah yang betul? Menurut saya, beberapa nama ulama' Hanabila...

Mazhab Cuma Pendapat Manusia, Buang Saja Cukup Quran dan Sunnah

Gambar
Mazhab Cuma Pendapat Manusia, Buang Saja Cukup Quran dan Sunnah Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pertanyaan : Assalamu 'alaikum wr. wb. Mohon izin bertanya terkait dengan mazhab-mazhab, ustadz. Sebenarnya mazhab itu apa sih? Dan mengapa kita harus bermazhab, bukankah sudah cukup kita berpegang kepada Al-Quran dan As-Sunnah? Bukankah mazhab itu hanya pendapat dan perkataan manusia yang bisa benar dan bisa salah. Kenapa harus dipegang dan dirujuk? Mohon maaf kalau redaksi saya agak kurang baik dalam bertanya. Sebelumnya terima kasih atas penjelasan ustadz. Wassalam Jawaban : Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebelum kita bahas pertanyaan ini lebih lanjut, ada baiknya kita sepakati terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan istilah 'mazhab' dan istilah 'bermazhab'. Sebab jangan-jangan kita tidak sepakat tentang pengertiannya, tetapi sudah terlanjur perang opini. A. Mazhab Adalah Penjelasan Paling Sah Atas Isi Al-Quran dan As-Sunnah Yang kita sepakati dari istil...