Postingan

Menampilkan postingan dengan label kitab

Kitab Fiqih Klasik

Gambar
Kitab Fiqih Klasik Di tengah ajakan untuk belajar agama harus pakai kitab, muncul masalah terkait dengan kitab apa yang direkomendasikan untuk digunakan. Kebanyakan merekomendasikan kitab kuning, maksudnya kitab fiqih klasik karya ulama fiqih yang muktamad. Alasannya, selain demi menjaga asholah (originalitas), juga terkait dengan keistimewaan kitab-kitab fiqih legendaris yang tidak lekang oleh waktu. Saya secara pribadi setuju 100% penggunaan kitab fiqih klasik untuk dijadikan dasar rujukan dalam belajar ilmu agama, khususnya ilmu fiqih. Namun tetap saja kitab fiqih klasik itu juga punya beberapa tantangan.  Salah satu tantangan dalam belajar kitab fiqih klasik adalah tidak adanya contoh kasus yang bersifat kekinian. Namanya juga kitab klasik, bisa saja ditulis pada sepuluh abad yang lalu. Meski inti ajaran Islam itu relatif sama, tapi kita butuh contoh aplikatif dan sejalan dengan kehidupan nyata. Dua tantangannya langsung terbaca dengan jelas : Pertama, contoh kasus yang dicerit...

Salah Kitab

Gambar
Salah Kitab Kenapa banyak ustadz yang tidak bisa ngajar ilmu Ushul Fiqih? Gimana mau ngajar ushul fiqih, lha wong Ilmu Fiqihnya saja tidak paham?  Kok tahu? Lha itu pakai bukunya saja keliru. Masak ngajar fiqih pakai Bulughul Maram? Itu kan kitab hadits, bukan kitab fiqih.  Oh gitu ya? Kesasar di jalanan kota Jakarta sulit kalau GPS nya salah pasang jadi Singapura. Meski sama-sama kota besar, sama-sama ibukota negara ASEAN, tapi kan beda negara.  Kalau salah kitab saja jadi urusan, apalagi kalau sama sekali nggak pakai kitab? Lha terus kontennya apa? Ngomongin orang? Sumber FB : Ahmad Sarwat 28 Oktober 2020 pada 16.03  ·  beberapa komentar : Hasan Murod Ngegosip tadz.. tp yg digosipin bukan artis tapi imam-imam besar aswaja... Dikutip sepotong-sepotong yg sesuai pemahamannya aja hahhaa Hikaru kan ada jurus pamungkas tadz... kullu bidah dholalah... Muhammad Shodiq Mungkin nyari makannya emang lewat situ yai.... 😂 Muhammad Setiadi Ahmad Sarwat Kitab fiqh Syafi'i ...

Skala Prioritas Dari Kitab-Kitab Imam An-Nawawi

Gambar
Skala prioritas dari kitab-kitab imam An-Nawawi Telah dimaklumi di sisi para pembelajar fiqh mazhab Syafi’i, bahwa ketika terjadi kontradiksi di antara pernyataan imam An-Nawawi di dalam kitab-kitab beliau, maka urutan skala prioritasnya adalah : At-Tahqiq, lalu Al-Majmu’, lalu At-Tanqih, lalu Ar-Raudhah, lalu Al-Minhaj, lalu Fatawa, lalu Syarah Shahih Muslim, lalu Tashih At-Tanbih, lalu Nukatnya. Namun perlu untuk diketahui, bahwa urutan ini bukanlah kaidah kuliyyah (bersifat global/inklusif) yang bisa senantiasa diterapkan dalam mazhab, akan tetapi hanya bersifat aghlabiyyah (umum) atau taqribiyyah (pendekatan). Sehingga misalkan seorang penuntut ilmu mendapatkan adanya kontradiksi dari pendapat imam An-Nawawi dalam suatu masalah, maka tidak bisa langsung menerapkan kaidah ini secara sepihak. Misalnya : pendapat yang di Al-Majmu pasti yang muktamad. Tidak bisa langsung seperti ini dan tidak harus begini. Menerapkan kaidah ini harus diiringi dengan pemeriksaan terhadap kitab-kitab ima...

Kitab Hadits vz Kitab Fiqih

Gambar
Kitab Hadits vz Kitab Fiqih Manfaat apa yang kita dapatkan dari kitab hadits baik yang jami' atau pun yang ahkam setelah fiqih mazhab terbentuk? Apakah sebagai rujukan saja untuk diketahui dan bila berbeda dengan kesimpulan akhir suatu amalan mazhab, diberikan catatan saja mengapa ia tidak dijadikan pegangan? Ini karena karya hadits banyak tercipta setelah imam2 mazhab menyempurnakan bangunan mazhabnya.   JAWABAN Konsentrasi ilmu fiqih dan ilmu hadits itu berbeda.  Ilmu fiqih bertujuan menggali Al-Quran dan Hadits serta sumber hukum lainnya untuk disimpulkan (diistimbath) menjadi produk hukum. Hasil produk hukum fiqih itu ada 5 yang dasar, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram.  Sedangkan ilmu hadits, khususnya ilmu naqd (kritik) sanad hadits, tujuannya bukan menghasilkan produk hukum,  tapi memeriksa kualitas sanad periwayatan.  Jelas kan perbedaannya? Ya tujuannya bukan menarik untuk kesimpulan hukum, tapi memastikan keshahihannya saja. Sampai disi...

Tadzkiratussami’ Kitab Wahabi?

Gambar
TADZKIRATUSSAMI' KITAB WAHABI ? Tadzkiratussami' adalah kitab adab yang dikarang oleh ulama besar ahlussunnah wal Jama'ah, al Imam Badruddin bin Ibrahim bin Sa'dillah bin Jama'ah. Dalam fiqih beliau bermadzab Syafi'i, sedangkan secara aqiqah, madzab beliau adalah Asy'ariyah tulen. Imam adz Dzahabi mengatakan : "Beliau adalah tokoh terkemuka dalam madzhab Asy'ariyah." Bahkan beliau punya karya-karya besar yang menjelaskan madzhab Asy'ariyah secara mendetail, diantaranya : "Idhahul Dalil fi qathi Hujaj ahli Tha'thil." Di Indonesia kitab Tadzkiratussami' memang belum populer di kaji di pesantren-pesantren apalagi majelis ta'lim. Rata-rata santri di sini lebih akrab dengan kitab Ta'lim muta'alim karya imam Zarnuzi. Sebenarnya, cukup mengundang tanda tanya, kenapa karya imam Zarnuzi tersebut yang secara madzab fiqih mengikuti Hanafi bisa lebih populer dari Tadzkiratussami' yang merupakan ulama besar madzhab Syaf...