Postingan

Menampilkan postingan dengan label ikhtilaf

Mengapa Berat Menerima Perbedaan?

Gambar
Mengapa Berat Menerima Perbedaan? Salah satunya karena terlanjur mengklaim sebagai satu-satunya pemilik kebenaran. Dan saya pun pernah mengalami masa-masa itu. Dulu banget sih, tapi masih terngiang terus sampai hari ini. Dulu saya ngotot bahwa Nabi SAW shalat malam tidak lebih dari 11 rakaat, baik di Ramadhan atau di luar Ramadhan. Maka tarawih 20 rokaat itu tidak sesuai sunnah menurut saya kala itu.  Bahwa Umar tarawih 20 rakaat, tidak bisa dijadikan rujukan. Umar kan bukan seorang nab yang maksum.Umar itu bisa salah karena dia manusia biasa. Lagian panutan kita bukan Umar.  Tapi waktu kuliah Fakultas Syariah saya dapat mata kuliah Fiqih, membahas bab Shalat Tarawih. Ternyata 4 mazhab semuanya berpendapat bahwa tarawih itu 20 rakaat.  Alasannya karena semua merujuk kepada praktek tarawihnya umat Islam di seluruh dunia, baik di masa Umar, Utsman, Ali dan juga di semua masa khilafah islamiyah sepanjang 14 abad hingga hari ini. Malahan Mekkah dan Madinah pun masih 20 rakaat...

Beda Pendapat Antar Umat

Gambar
BEDA PENDAPAT ANTAR UMAT Taushiah: KH. Luthfi Bashori Transkrip video: Rizal Affandi Imam Malik Ibnu Anas berkata: كل يؤخذ من كلامه ويرد إلا صاحب هذا القبر. أي وأشار إلى قبر النبي صلى الله عليه وسلم “Setiap dari kita itu, boleh diterima dan juga boleh ditolak pendapatnya, kecuali pemilik kuburan ini”, lantas beliau menunjuk kepada kuburan Nabi Muhammad SAW. Artinya kita sebagai umat Islam kadang-kadang berbeda pendapat satu dengan yang lainnya, maka boleh saja kita mengambil pendapat seseorang terutama dari tokoh Islam, jika pendapatnya sesuai dengan ajaran Syariat. Namun, bilamana kita rasa pendapat tokoh itu bertentangan dengan Syariat Islam, atau melenceng dari ajaran Alquran, melenceng dari ajaran hadits Nabi Muhammad SAW dan juga melenceng dari ijma' para ulama, maka kita boleh menolaknya, siapapun figur orangnya. Tapi bilamana ada seorang ulama atau seorang tokoh, memberikan fatwa-fatwanya kepada kita, dan fatwanya itu sudah sesuai dengan ajaran Alquran, sesuai dengan ajaran ...

Perbedaan Tentang Batasan Bidah

Gambar
Perbedaan Tentang Batasan Bid'ah by Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pertanyaan : Assalamu'alaikum Ustadz, saya mau tanya batasan amalan bid'ah. Mohon penjelasan, karena saya banyak mendengar ada ustadz yang menyatakan semua bid'ah itu sesat di dalam urusan ibadah dan ada yang mengatakan bid'ah ada yang hasan, dan semuanya mengemukakan alasan atau dasarnya. Yang masih menjadi pertanyaan saya bid'ah dalam ibadah, bukankah apabila kita bekerja kalau diniatkan karena mendapatkan ridho dari Allah juga d catat sebagai amal ibadah, atau dalam berkhutbah Rasullulah selalu menggunakan bahasa Arab, bagaimana dengan di luar Arab? Mohon penjelasan. Syukron Jawaban : Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Para ulama memang berbeda pendapat ketika mendefinisikan bid'ah. Definisi yang disodorkan oleh para ulama tentang isitlah ini ada sekian banyak versi. Hal itu lantaran persepsi mereka atas bid'ah itu memang berbeda-beda. Sebagian mereka ada yang meluaskan pengerti...