Mengapa Berat Menerima Perbedaan?
Mengapa Berat Menerima Perbedaan? Salah satunya karena terlanjur mengklaim sebagai satu-satunya pemilik kebenaran. Dan saya pun pernah mengalami masa-masa itu. Dulu banget sih, tapi masih terngiang terus sampai hari ini. Dulu saya ngotot bahwa Nabi SAW shalat malam tidak lebih dari 11 rakaat, baik di Ramadhan atau di luar Ramadhan. Maka tarawih 20 rokaat itu tidak sesuai sunnah menurut saya kala itu. Bahwa Umar tarawih 20 rakaat, tidak bisa dijadikan rujukan. Umar kan bukan seorang nab yang maksum.Umar itu bisa salah karena dia manusia biasa. Lagian panutan kita bukan Umar. Tapi waktu kuliah Fakultas Syariah saya dapat mata kuliah Fiqih, membahas bab Shalat Tarawih. Ternyata 4 mazhab semuanya berpendapat bahwa tarawih itu 20 rakaat. Alasannya karena semua merujuk kepada praktek tarawihnya umat Islam di seluruh dunia, baik di masa Umar, Utsman, Ali dan juga di semua masa khilafah islamiyah sepanjang 14 abad hingga hari ini. Malahan Mekkah dan Madinah pun masih 20 rakaat...