Postingan

Menampilkan postingan dengan label hadits

Hadis Motivasi Bekerja atau Memberi Nafkah

Gambar
Hadis Motivasi Bekerja atau Memberi Nafkah Diriwayatkan dari Ka'ab bin 'Ujroh - semoga Allah meridhoi beliau- beliau berkata: Seseorang berjalan melewati Nabi ï·º, lalu para sahabat Nabi memperhatikan kulit dan kegemukannya, sehingga mereka berkata: Ya Rasulallâh! Andainya kulit dan kegemukan yang seperti itu digunakan fi sabilillah (berjihad)! Rasulullah ï·º pun bersabda: Jika ia keluar berusaha menafkahi anaknya yang masih kecil, maka ia fi sabilillah. Jika ia keluar berusaha menafkahi kedua-orangtuanya yang sepuh, maka ia juga fi sabilillah. Jika ia keluar berusaha menafkahi dirinya sendiri hingga itu dapat menjaga dirinya (dari meminta-minta pada orang lain atau mengkonsumsi makanan haram atau melakukan "perbuatan" haram), maka ia fi sabilillah. Namun, jika ia keluar berusaha dalam keadaan riya' dan berbangga diri, maka ia berada dalam jalan setan.  HR. Imam al-Thabarani dan para perawinya adalah para perawi hadis shahih. Sumber FB : Nur Hasim 7 Desember 2020 pada...

Tidak Semua Hadits Shahih Diamalkan

Gambar
Tidak Semua Hadits Shahih Diamalkan Imam Nawawi terkenal dengan kitab hadits Arbain Nawawiyah. Isinya 40-an hadits shahih yang dianggap penting untuk diamalkan.  Meski dinamakan arbain, tapi ternyata jumlahnya tidak pas 40 hadits, ada lebihnya. Jadi kita sebut saja 40-an hadits. Namun ternyata jauh sebelum An-Nawawi menulis hadits arbain, sudah ada banyak ulama yang menulis kitab berisi 40-an hadits.  Diantaranya Ibnul Mubarak Al-Marwazi (w. 181 H) yang menyusun 40-hadits dalam satu kitab. Lalu ada Muhammad bin Aslam Ath-Thusi (w. 242 H),  Ibrahim bin Ali Azzahali (w. 293 H), Al-Hasan bin An-Nasawi (w. 303 H), Abu Bakar Al-Ajiri (w. 360 H), Ad-Daruquthuni (w. 385), Al-Hakim (w. 405 H) dan lainnya. Ternyata di setiap abad selalu muncul kitab hadits arba'in. Sehingga menjadi trend tersendiri yang menghiasi sejarah bibliografi khazanah ilmu hadits. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kalau semua kitab itu didata dan dilisting, yang bergenre arbainat tidak kurang mencapai 500...

Tafsir Quran dan Syarah Hadits VS Terjemahan

Gambar
Tafsir Quran dan Syarah Hadits VS Terjemahan Memahami Al-Quran kalau baru sampai terjemahannya saja memang bisa fatal akibatnya, karena terjemah itu punya banyak keterbatasan.  Terlalu banyak informasi yang belum terungkap dari suatu ayat, kecuali setelah kita buka kitab tafsir para ulama. Memahami Hadits Nabawi kalau baru sampai terjemahannya sajs memang bisa fatal akibatnya, karena terjemah itu punya banyak keterbatasan. Terlalu banyak informasi yang belum terungkap dari suatu hadits, kecuali setelah kita buka kitab syarah hadits para ulama. Maka slogan 'Kembali Kepada Quran Sunnah' harus dipahami sebagai : kembali kepada kitab tafsir dan kitab syarah hadits. Jangan pernah terbersit dengan pemahaman sempit : kembali kepada terjemahan Quran dan terjemahan hadits.  Bukan apa-apa, tapi terjemahan itu bukan Al-Quran. Mana ada ceritanya Jibril turun bawa Quran terjemahan? Mana ada Nabi SAW membagi-bagikan terjemahan hadits? Terjemahan itu adalah interpretasi si penerjemah. Sebata...

Ahlu al-Hadits dan Ahlu ar-Ra’y

Gambar
Ahlu al-Hadits dan Ahlu ar-Ra`y Dua corak pemahaman Islam yang sudah ada sejak dulu ; ahlu al-hadits dan ahlu ar-ra`y. Disebut ahlu al-hadits karena madrasah ini lebih dikenal dengan kecenderungan mereka kepada hadits dan atsar. Dengan kata lain, hadits dan atsar yang lebih dominan dalam setiap kajian dan produk hukum yang mereka hasilkan. Sementara ahlu ar-ra`y (ar-ra`y artinya pendapat, pemikiran, nalar dan sebagainya) dinamakan demikian karena para tokoh madrasah ini lebih cenderung menggunakan nalar dan qiyas dalam pemahaman fiqih dan fatwa-fatwa yang dikeluarkan. Fiqih ulama Hijaz dinilai sebagai representasi madrasah ahlu al-hadits. Sementara fiqih ulama Iraq adalah representasi madrasah ahlu ar-ra`y. Madrasah ahlu al-hadits mengkristal pada Mazhab Maliki yang digagas oleh Imam Darul Hijrah ; Malik bin Anas. Sementara madrasah ahlu ar-ra`y mengkristal pada Mazhab Hanafi yang digagas oleh Imam Abu Hanifah رحمهم الله جميعا. Sebenarnya perbedaan kedua corak fiqih ini sudah ada sejak...

Hadits Tanpa Fiqih Ibarat Tepung Tak Jadi Roti

Gambar
Hadits Tanpa Fiqih Ibarat Tepung Tak Jadi Roti Aneh kalau ada yang berkata, “Kesampingkan akal dihadapan Sunah”, atau “Agama Islam sudah sempurna. Kita cukup Copy Paste saja,” dan ungkapan-ungkapan lain yang senada. Seolah-olah sebuah nash, baik ayat maupun hadits, bisa langsung diamalkan tanpa dipahami dulu. Memahami itu, tentu menggunakan akal. Tak ada yang lain. Dari dulu para ulama sudah memperingatkan akibat kalau sebuah hadits tidak dipahami dengan baik. Hebatnya, yang memperingatkan itu justeru para ulama hadits sendiri. Walaupun memang, banyak dari ulama masa itu yang menghimpun antara hadits dan fiqih, riwayah dan dirayah, penukilan dan pemahaman. Tapi tidak sedikit juga yang keahliannya hanya sekedar meriwayatkan saja, tidak memahami apa yang diriwayatkannya.  Ini yang disentil oleh Imam Ibnu al-Jauzi رحمه الله dalam kitabnya Talbis Iblis. Ia mengatakan bahwa diantara bentuk talbis (kerancuan) yang dilemparkan Iblis kepada ashab hadits adalah mereka menghabiskan usia untu...

Kitab Hadits vz Kitab Fiqih

Gambar
Kitab Hadits vz Kitab Fiqih Manfaat apa yang kita dapatkan dari kitab hadits baik yang jami' atau pun yang ahkam setelah fiqih mazhab terbentuk? Apakah sebagai rujukan saja untuk diketahui dan bila berbeda dengan kesimpulan akhir suatu amalan mazhab, diberikan catatan saja mengapa ia tidak dijadikan pegangan? Ini karena karya hadits banyak tercipta setelah imam2 mazhab menyempurnakan bangunan mazhabnya.   JAWABAN Konsentrasi ilmu fiqih dan ilmu hadits itu berbeda.  Ilmu fiqih bertujuan menggali Al-Quran dan Hadits serta sumber hukum lainnya untuk disimpulkan (diistimbath) menjadi produk hukum. Hasil produk hukum fiqih itu ada 5 yang dasar, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram.  Sedangkan ilmu hadits, khususnya ilmu naqd (kritik) sanad hadits, tujuannya bukan menghasilkan produk hukum,  tapi memeriksa kualitas sanad periwayatan.  Jelas kan perbedaannya? Ya tujuannya bukan menarik untuk kesimpulan hukum, tapi memastikan keshahihannya saja. Sampai disi...

60 Hadits Keutamaan Ahlul Bayt

Gambar
60 Hadits Keutamaan Ahlul Bayt Karya Al Imam Jalaluddin As Suyuthi Dinukil dari kitab : Ihya’ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bayt Bismillahirrahmanirrahim... Segala puji bagi Allah dan salam bagi hamba-hambanya yang terpilih.  Risalah kecil ini adalah kumpulan 60 hadits yang saya beri nama  ''Ihya'ul Mayyit bifadhalil Ahlul Bayt''. Al Hafizh Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar Asy Syafi'i As Suyuthi. HADITS 1  Sa'id bin Manshur dalam kitab susunannya meriwayatkan dari Sa'id bin  Jubair tentang firman Allah SWT dalam ayat ''Katakanlah, aku tidak  meminta dari kalian sesuatu upahpun (atas seruanku) kecuali kasih sayang  terhadap keluarga'' QS.42:23. Ia berkata, yang dimaksud keluarga dalam  ayat itu adalah keluarga Rasulullah SAW. HADITS 2 Ibnu Al  Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Murdawaih meriwayatkan dalam kitab  tafsir mereka dan At Thobroni dalam Al Mu'jam Al Kabir dari Ibnu 'Abbas  ra berkata: ketika turun ayat ini (QS.42:23...

Buku Haditsnya Nomor Berapa?

Gambar
Judul : Haditsnya Nomor Berapa? Penulis : Ahmad Sarwat, Lc., MA Terbit : Sat, 8 June 2019 Halaman : 31 hlm. Harga : Rp. 0,- (Free) Kategori : Hadits Share :  | www.rumahfiqih.com/pdf/x.php?id=293 Daftar Isi    4 Muqaddimah    6 A. Penomoran Hadits    9 1. Penomoran Tidak Berasal Dari Naskah Asli    10 2. Faktor Perbedaan    11     a. Haditsnya Terulang-ulang    11     b. Matan Sama Jalur Periwayatan Berbeda    11     c. Mutabaah dan Syawahid    12 3. Penomoran Tidak Seragam    12 4. Bandingkan Dengan Penomoran Ayat Al-Quran    13     a. Perbedaan Penomoran Ayat Al-Quran    14     b. Penggalan Ayat Surat Al-Fatihah    15 B. Jumlah Hadits Dalam Shahih Bukhari    18 1. Imam Ibnu as-Shalah : 7.275 Hadits    19 2. Imam an-Nawawi : 7.275    19 3. Ibnu Hajar al-Asqalani  : 9.082 H...

Haditsnya Nomor Berapa?

Gambar
Haditsnya Nomor Berapa? Tidak seperti Al-Quran yang penomoran ayatnya sudah agak baku, penomoran hadits dalam suatu kitab hadits sangat beragam dan berbeda-beda. Hal itu disebabkan penyusun kitab hadits aslinya, seperti Imam Malik yang menyusun kitab Al-Muwaththa’ atau Imam Al-Bukhari yang menyusun Shahih Bukhari, atau Imam Muslim dan yang lainnya, pada saat menyusun kitab tidak memberikan nomor hadits. Kira-kira sebagaimana Malaikat Jibril menurunkan wahyu kepada Rasulullah SAW, saat itu juga sama sekali tidak disebutkan nomor ayatnya. Lalu siapa yang memberi nomor pada kitab-kita hadits itu kalau memang bukan penyusunnya sendiri yang menomorinya? Biasanya yang memberikan nomor adalah para peneliti (muhaqqiq) yang melakukan penelitian ilmiyah atas karya para ulama terdahulu. Di antara para muhaqqiq klasik yang masyhur di kalangan para ulama hadits misalnya Imam Ibnu Ash-Shalah (w. 643 H), Imam An-Nawawi (w. 676 H), Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H) dan lainnya. Di masa sekarang i...

Buku 40 Hadits Shahih Yang Tidak Diamalkan

Gambar
Buku 40 Hadits Shahih Yang Tidak Diamalkan Judul : 40 Hadits Shahih Yang Tidak Diamalkan Penulis : Ahmad Sarwat, Lc.,MA Editor : Al-Fatih Setting : Al-Fayyad Cover : Faqih Design : Al-Fawwaz Jenis Cover : softcover Penerbit         : Rumah Fiqih Indonesia Kertas/Ukuran : A5 14,8 cm x 21 cm Tebal : 232 hlm. Harga : Rp. 70.000,- - Rp. 62.500,- Daftar Isi Pendahuluan    7 Daftar Isi    9 Bagian 1 :  Hadits & Ilmu Hadits    17 Bab 1 : Hadits    19 A. Pengertian Al-Hadits    19     1. Bahasa    19     2. Istilah    20 B. Kesamaan & Perbedaan Al-Hadits dan As-Sunnah    24     1. Sunnah Digunakan Pada Banyak Makna    24     2. Ruang Lingkup    25     3. Kekuatan Periwayatan    25 Bab 2 : Ilmu Hadits    27 A. Pengertian Ilmu Hadits    27 B. Sejarah Ilmu Hadits  ...

Hadits Tentang Nisfu Syaban dan Dalil-Dalilnya

Gambar
Hadits Tentang Nisfu Sya'ban dan Dalil-Dalilnya by Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pertanyaan : Assalamualaikum Wr. Wb Ustd yang di rahmati Allah. Saya mau tanya tentang Nisfu sya'ban, adakah nash yang menjelaskan tentang hal ini, dan apa yang sering di lakukan oleh Rasullah SAW pada bulan sya'ban. Jazakallah atas jawabannya Wassalamualaikum Wr. Wb Jawaban : Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebenarnya kalau dilihat dari kaca mata para ahli hadits, praktek ibadah ritual yang dilakukan oleh sebagian saudara kita di malam ke-15bulan Sya'ban (nisfu sya'ban), tidak didukung dengan hadits yang mencapai derajat shahih kepada Rasulullah SAW. Namun bukan berarti apa yang dikerjakan ituotomatis menjadi haram atau kemungkaran yang harus diperangi. Sebab ternyata kita menemukan dalil-dalil yang meski tidak sampai derajat shahih, tetapi juga tidak sampai dhaif apalagi palsu. Hadits-hadits itu mencapai derajat hasan. Setidaknya, kesimpulan kita adalah bahwa derajat ke...