Postingan

Menampilkan postingan dengan label dalil

Dalilnya Mana?

Gambar
Dalilnya Mana? Taping beberapa episode dengan kru TV seringkali saya ditagih : dalilnya mana, ustadz? Saya bilang sepanjang durasi 5 menit waktu on cam itu semuanya dalil. Ada ijma', qiyas, mashalih mursalah, istishab bahkan juga 'urf. Oh gitu ya, ustadz? Tapi kok nggak disebutkan derajat shohih dan nggaknya, ustadz? Biasanya kan ada tuh disebutkan riwayat Bukhori atau Muslim, atau rowahu siapa lah gitu. Nah ini dia, sekalian saja saya kasih kuliah gratisan terkait Ilmu Ushul Fiqih khususnya Bab Sumber-sumber Syariah yang tidak kurang dari 12 item itu. Tentu hanya ujung-ujungnya saja.  Rupanya masyarakat awam kita selama ini sudah jadi korban pembelokan, atau setidaknya dibiarkan dalam keawamannya. Sehingga hukum-hukum syariah hanya dibatasi selama pakai hadits. Padahal ada begitu banyak hukum-hukum syariah yang dalilnya tidak pakai hadits. Misalnya ganja, morpin, ekstasi, dan teman-temannya, sama sekali tidak ada hadits yang mengharamkan. Yang diharamkan itu khamar. Kalau tida...

Nanya Dalil

Gambar
NANYA DALIL - Bagaimana hukumnya membaca taraddli (radliyallahu anhu) pada sahabat saat tarawih, ustadz? + Bagus itu. Itu bagian dari doa baik pada para sahabat yang notabene pondasi agama ini. Tentu yang namanya doa baik adalah kebaikan.  - Dalilnya apa, ustadz? + Oh itu maslahah mursalah. Sayyid Abdullah bin Mahfudz bin Muhammad al-Haddad Ba’alawi dalam fatwanya menjelaskan bahwa dulunya di Hadramaut banyak Khawarij yang mencela sahabat. Untuk membentengi akidah masyarakat dari paham membenci sahabat, maka ditradisikanlah bacaan taraddli saat tarawih itu. - Terus dalilnya mana, ustadz? + Ya itu dalilnya. Anda tahu jenis-jenis dalil nggak? - nggak tahu? + Kalau maslahah mursalah tahu nggak? - Nggak juga. + Lah terus ngapain nanya-nanya dalil? Apa ngerti kalau dijawab?  - Aslinya gak ngerti, cuma biar keren saja nanya gitu, ustadz 😁 + Weleh Weleh... Nyesel saya jawab serius. - Ya aslinya pak ustadz juga salah sih. + Loh kok bisa saya yang salah? - Ya salah dong. Sudah tahu or...

Salaf Bukan Dalil

Gambar
SALAF BUKAN DALIL Salaf Bukan Dalil (Bag.1) - Apa saja dalil itu? + Yang disepakati sebagai dalil adalah al-Qur’an, hadis, ijmak dan qiyas. - Kalau perkataan salaf masuk mana kok gak ada?, apakah masuk dalam kategori dalil yang tak disepakati? + Nggak juga, memang perkataan salaf gak masuk kategori dalil manapun. - Loh kok bisa gitu? Padahal saya selalu berusaha ikut salaf.  + Ya memang begitu, memang gak masuk dalil. Kalau kamu mau ikut siapa pun dan bertaklid pada seseorang silakan saja, tapi tetap ucapannya dan ucapanmu bukanlah dalil yang dengannya kamu bisa memvonis orang lain sesat atau masuk neraka.   Tetap tenang bro, dunia memang pahit bagi yang kagetan.  - OK, anggap memang bukan dalil, tapi dalam hal apa ucapan salaf bukan termasuk dalil, apakah dalam hal akidah, fikih atau akhlak? + Dalam semua hal itu bukan dalil. - Loh kok gitu? Contohnya gimana? + Memang begitu aturan mainnya. Mau gimana lagi. Contohnya: Dalam hal akidah ada sebagian salaf, yakni Imam ...

Bukan Mana Dalilnya, Tapi Siapa Yang Bilang

Gambar
Bukan Mana Dalilnya, Tapi Siapa Yang Bilang  by. Ahmad Sarwat, Lc.,MA  Kebanyakan saya ditanya tentang dalil, padahal dalil itu sangat relatif, mudah sekali dipahami dengan cara berbeda, tergantung siapa yang melakukannya. Contoh paling sederhana urusan sentuhan kulit suami istri. Dalilnya semua sepakat yaitu  sepotong lafazh (أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ).  Maknanya 'menyentuh wanita', maksudnya kalau kamu menyentuh wanita terus tidak mendapatkan air, maka tayammum-lah. Lafazh ini termuat dua kali, yaitu Surat An-Nisa' ayat 43 dan Surat Al-Maidah ayat 6.  Namun kesimpulan hukumnya jadi ada dua pendapat yang berbeda. Antara yang mengatakan menyentuh wanita membatalkan wudhu' dengan yang bilang sebaliknya. Dalam hal ini mazhab Al-Hanafiyah memaknai 'menyentuh' secara majaz, bukan menyentuh kulit secara fisik, tetapi menyentuh disini dimaknai sebagai jima'.  Maksudnya, bila tidak ada air boleh tayammum itu ketika setelah berjima', bukan ketika menyentuh wan...

Dalil Membaca Surat Yasin Untuk Orang Mati

Gambar
Dalil Membaca Surat Yasin Untuk Orang Mati oleh : Ma'ruf Khozin Surat Yasin merupakan surat yang ke 36 yang terdiri dari 83 ayat dalam al-Quran. Sebagaimana dalam surat lain yang memiliki keutamaan dalam sabda-sabda Rasulullah Saw, surat Yasin juga sering dianjurkan untuk dibaca oleh Rasulullah. Riwayat hadis tentang keutamaan membaca Yasin sebagiannya adalah sahih, ada pula yang hasan, dlaif dan maudlu' (palsu). Akan tetapi, karena Yasin adalah sebuah surat yang diamalkan oleh warga NU dalam setiap tahlil dan bahkan mereka hafal surat ini kendatipun mereka buta huruf Arab, maka hal ini memancing reaksi berlebihan dari kelompok yang sejak semula memang anti tahlil dengan mengungkap hadis-hadis palsu dan dlaif dari surat Yasin, padahal hakekatnya mereka juga tahu bahwa dalam fadilah Yasin juga banyak riwayat sahihnya. Diantaranya adalah sebagai berikut:    عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَليْهِ وسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الل...

Keselek Dalil

Gambar
⭐ KESELEK DALIL Dikisahkan ada seorang perempuan tua bertanya kepada seorang ustadz tentang sebuah masalah fiqih. Maka sang ustadz berkata kepadanya, "Pertanyaan anda mau aku jawab dengan al Quran dan sunnah atau dengan dengan madzab imam Malik ?" Wanita itu menjawab, "Dengan pendapat Malik saja." Ustadz tersebut menukas, "Kenapa ?" "Karena imam Malik tentu lebih paham tentang isi al Quran dan Sunnah daripada anda." Pungkas wanita tersebut. ═══ ❁✿❁ ═══ Ada sebagian orang yang karena terlalu lugu dalam beragama, ketika ia bertemu pendapat ulama madzhab ditolak olehnya, seraya berkata, "Koq pakai madzhab, mana dalil Qur'an dan haditsnya ?" Mungkin dia mengira ulama madzhab itu ketika merumuskan hukum pakai kitab primbon ? Nanya dalil tentu sah-sah saja, tapi mempertanyakan dalil dengan memposisikan seakan pendapat para ulama madzhab tidak berdalil itu jelas tidak beradab. Wallahu a'lam.©️AST Admin Subulana Sumber WAG : SUBULANA I ...

Hadits Tentang Nisfu Syaban dan Dalil-Dalilnya

Gambar
Hadits Tentang Nisfu Sya'ban dan Dalil-Dalilnya by Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pertanyaan : Assalamualaikum Wr. Wb Ustd yang di rahmati Allah. Saya mau tanya tentang Nisfu sya'ban, adakah nash yang menjelaskan tentang hal ini, dan apa yang sering di lakukan oleh Rasullah SAW pada bulan sya'ban. Jazakallah atas jawabannya Wassalamualaikum Wr. Wb Jawaban : Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebenarnya kalau dilihat dari kaca mata para ahli hadits, praktek ibadah ritual yang dilakukan oleh sebagian saudara kita di malam ke-15bulan Sya'ban (nisfu sya'ban), tidak didukung dengan hadits yang mencapai derajat shahih kepada Rasulullah SAW. Namun bukan berarti apa yang dikerjakan ituotomatis menjadi haram atau kemungkaran yang harus diperangi. Sebab ternyata kita menemukan dalil-dalil yang meski tidak sampai derajat shahih, tetapi juga tidak sampai dhaif apalagi palsu. Hadits-hadits itu mencapai derajat hasan. Setidaknya, kesimpulan kita adalah bahwa derajat ke...

Apakah Dalil Syariat Sebatas al-Qur’an dan Sunnah Saja?

Gambar
Apakah Dalil Syariat Sebatas al-Qur’an dan Sunnah Saja? by : Isnan Ansory, Lc, MA Hukum-hukum Islam adalah ajaran yang dibangun atas argumentasi dan landasan yang jelas dan kokoh. Terbentuknya hukum Islam tidaklah semata olah akal manusia, namun di dalamnya terbangun sinergitas antara kehendak langit dan pengetahuan akal manusia. Di mana kedua hal tersebut merupakan bagian dari hidayah atau petunjuk yang Allah berikan kepada manusia sebagai bekal dalam menjalani kehidupannya di dunia.[1] Sebagai ajaran yang memiliki landasan dan dasar, para ulama sepakat bahwa dasar pokok dari ajaran Islam adalah al-Qur’an. Di mana istilah dasar ini, kemudian lebih dikenal dengan istilah dalil. Dan dalil yang menjadi dasar hukum Islam disebut dengan dalil syar’iy. Secara Bahasa, dalil syar’iy (الدليل الشرعي) terdiri dari dua kata yaitu dalil (دليل) dan syar’iy (شرعي). Secara etimologis, dalil berasal dari bahasa Arab yang bermakna petunjuk atas sesuatu yang hendak dituju (al-mursyid ila al-mathlub). Se...